Minggu, 04 Oktober 2015

Ronald Koeman Menanggapi Santai Keluhan Jose Mourinho



Ronald Koeman Menanggapi Santai Keluhan Jose Mourinho - Jose Mourinho mengklaim, Chelsea semestinya memperoleh penalti saat melawan Southampton. Mendengar itu, manajer Southampton, Ronald Koeman, menanggapi dengan santai.

Chelsea kalah 1-3 dari Soton pada laga yang dihelat di Stamford Bridge, Sabtu (3/10) malam WIB. Mourinho mengklaim bahwa hasilnya dapat tidak sama jika Chelsea memperoleh penalti saat kedudukan sama kuat 1-1.

Pada pertandingan itu, penyerang Chelsea, Radamel Falcao, terjatuh saat telah bertemu satu lawan satu dengan penjaga gawang Soton, Maarten Stekelenburg. Tetapi, wasit mengambil keputusan tak terjadi pelanggaran. Falcao tampak menjatuhkan dirinya hingga alih-alih Chelsea memperoleh penalti, Falcao malah diganjar kartu kuning lantaran melakukan diving.

Mourinho  jengkel serta menyebutkan bahwa wasit-wasit malas memberi keputusan yang tepat pada Chelsea.

Mendengar itu, Koeman juga memberi tanggapan. Menurut dia, jika Chelsea diberikan penalti pun, ia terus meyakini timnya yang bakal keluar menjadi pemenang. Jadi, menurut dia, ada dua klaim penalti di babak pertama dari timnya yang juga tak digubris wasit.

 " Mungkin saja, iya. Namun, bila demikian skornya jadi 5-2. Jadi lebih buruk untuk mereka, " tutur Koeman pada Sky Sports.

 " Bila mereka mengklaim satu penalti, kami malah mengklaim dua penalti. Namun, begitulah ketentuan wasit, " lanjut manajer asal Belanda itu.

Dua klaim penalti dari Soton yang disebut yaitu saat kostum Virgil van Dijk ditarik oleh bek Chelsea, Branislav Ivanovic dan saat Sadio Mane dilanggar Ramires di dalam kotak penalti.

Teristimewa untuk insiden Mane, wasit memberi penilaian gelandang serang Soton itu berniat menjatuhkan diri saat bertemu dengan Ramires. Baca juga : Bertamu Ke Markas Sevilla, Barcelona Menelan Kekalahan Perdana Musim Ini  dan juga  Jelang Derby Merseyside, Benteke Berpeluang Untuk Kembali Merumput

Sabtu, 03 Oktober 2015

Jelang Derby Merseyside, Benteke Berpeluang Untuk Kembali Merumput



Jelang Derby Merseyside, Benteke Berpeluang Untuk Kembali Merumput - Tidak hanya Daniel Sturridge yang akan jadi andalan Liverpool untuk menjebol jala Everton, namun juga ada Christian Benteke. Namun perihal Benteke, The Reds masih tetap harus menyaksikan perubahan kondisinya dalam 24 jam ke depan.

Benteke telah tidak hadir di tiga pertandingan paling akhir Liverpool setelah alami cedera hamstring waktu bermain imbang dengan Norwich City 1-1 dua minggu kemarin. Dari pengamatan awal, Benteke disebut mesti beristirahat lebih kurang 2-4 minggu ke depan.

Namun berita teranyar datang dari manajer Liverpool, Brendan Rodgers, konferensi pers, Jumat (2/10) malam WIB, mendekati pertandingan Derby Merseyside di Goodison Park lusa besok. Benteke disebut mempunyai kans untuk dapat turun di pertandingan itu.

Walaupun begitu, Liverpool masih tetap mesti menanti dalam 24 jam ke depan untuk memastikan apakah striker Belgia itu telah betul-betul fit untuk bermain, minimal menjadi pemain cadangan.

 "Tak ada pergantian besar di dalam tim. Ada dua pemain yang mendapatkan cedera (waktu melawan Sion). Pasti kami bakal lihat keadaan Christian Benteke dalam 24 jam ke depan," papar Rodgers.

 "Diluar itu, tim bakalan tidak banyak beralih banyak dari pertandingan melawan Aston Villa tempo hari," sambungnya seperti dilansir Soccerway.

Hadirnya Benteke sendiri pasti diinginkan Liverpool, seperti kembalinya Sturridge ke tim akhir minggu ini. Karena keduanya mempunyai catatan apik dalam soal menjebol jala Everton.

Bila Sturridge mencetak enam gol dari 9 pertemuan, maka Benteke juga tidak kalah bagusnya yaitu empat gol dari 5 pertemuan. Walau perihal hasil laga, Benteke hanya menang sekali, seri sekali, serta tiga kali kalah.

Musim ini pemain yang dibeli dengan banderol 32 juta poundsteerling dari Aston Villa itu baru buat dua gol di Premier League. Baca juga : Juan Mata Dengan Sejumlah Sentuhan Magisnya Untuk Setan Merah

Jumat, 02 Oktober 2015

Juan Mata Dengan Sejumlah Sentuhan Magisnya Untuk Setan Merah



Juan Mata Dengan Sejumlah Sentuhan Magisnya Untuk Setan Merah - Dimulai dari membuat gol salto sampai melepas assist dengan tumit, Juan Mata memanglah sering mempertunjukkan daya magis di atas lapangan. "Permainannya enak dipandang mata," kata bek Manchester United, Daley Blind.

Mata tengah on fire. Ini dapat dipandang dalam catatannya selama musim ini jalan : Dalam tujuh tampilan di Premier League, ia membuat 3 gol serta 3 assist.

Sedangkan, dalam catatan Squawka, Mata ikut serta dalam lima gol paling akhir United di arena Liga Inggris serta Liga Champions. Paling akhir, ia bermain brilian saat United menjamu VfL Wolfsburg di matchday II Liga Champions --meski manajer United, Louis van Gaal, mengakui pernah lihat Mata bermain lebih baik dari hari itu.

Dalam laga melawan Wolfsburg itu, Mata buat 98% akurasi umpan berhasil, 5 kesempatan, 3 tembakan, satu gol, serta satu assist " ajaib ".

Assist itu dianggap "ajaib" karena Mata melepaskannya dengan memakai tumit. Semua bermula dari bola pantul hasil sepakan Bastian Schweinsteiger yang tidak berhasil. Lihat bola melambung setinggi tubuhnya, pemain mungil bertinggi 170 cm itu melambungkan bola dengan tumitnya ke arah kotak penalti Wolfsburg.

Bola lalu melalui barisan pertahanan Wolfsburg serta jatuh di kaki Chris Smalling. Nama yang disebut paling akhir itu juga menceploskan bola ke gawang serta membawa 'Setan Merah' unggul 2-1.

Itu bukanlah pertama kalinya Mata memamerkan magis di lapangan. Musim kemarin, ia pernah membuat gol dari sepakan salto saat melawan Liverpool di Anfield.

Mata memanglah bukan sekedar dapat membuat gol serta assist, namun juga dapat menjaga penguasaan bola. Dengan first touch (sentuhan pertama saat terima operan) yang juga di atas rata-rata, ia juga tidak sering kehilangan bola.

 " Permainannya enak dilihat Mata, " tutur Blind dalam wawancara dengan website resmi UEFA.

 " Dia pemain hebat, juga orang yang enak diajak bergaul serta dia juga penting buat tim kami, " lanjut bek asal Belanda itu.

Hingga sejauh ini, Mata juga merupakan pemain yang paling banyak mengkreasikan kesempatan untuk United di Premier League. Keseluruhan, ia telah mengkreasikan 14 kesempatan, dua kali lebih banyak dari penghuni posisi kedua, Wayne Rooney, yang baru mengkreasikan 7 kesempatan. Baca juga : Duo Manchester Menyelamatkan Muka Tim Inggris Di Liga Champion

Kamis, 01 Oktober 2015

Duo Manchester Menyelamatkan Muka Tim Inggris Di Liga Champion



Duo Manchester Menyelamatkan Muka Tim Inggris Di Liga Champion - Wakil-wakil Inggris hampir saja kembali mencapai hasil sama seperti di Matchday 1 waktu duo London, Arsenal serta Chelsea, ditumbangkan beberapa lawannya. Untungnya, Duo Manchester, City serta United, masih tetap dapat menyelamatkan muka Premier League.

Balik ke Matchday 1, cuma Chelsea yang dapat mencetak kemenangan setelah meringkus Maccabi Tel Aviv 4-0. Sedangkan Arsenal, City, serta MU, keduanya sama menelan kekalahan dari lawan-lawanya dengan angka 1-2.

Nasib nyaris sama di terima wakil Inggris, saat Matchday 2 dengan diawali kekalahan Chelsea serta Arsenal, Rabu (30/9) dinihari WIB kemarin. The Blues rubuh 1-2 di kandang FC Porto, kemarin Arsenal bertekuk lutut 2-3 dihadapan Olympiakos pada pertandingan yang dihelat di Emirates Stadium.

Spesial untuk Arsenal, hasil itu termasuk sangatlah kurang baik mengingat mereka melawan tim yang dalam 12 lawatan terakhirnya ke Inggris senantiasa kalah. Tidak cuma itu hasil itu juga semakin menaikkan berat langkah The Gunners mengingat mereka juga kalah di pertandingan perdana.

Saat ini tanpa ada poin dari dua laganya, Arsenal mesti melawan Bayern Munich yang tengah on fire serta bukanlah pekerjaan gampang bila mereka mau terus lolos.

Hasil sama hampir didapat wakil-wakil Inggris pada pertandingan, Kamis (1/10/2015) dinihari WIB, dimana MU melawan Wolfsburg sedangkan City tandang ke markas Borussia Moenchengladbach.

‘Setan Merah’ serta The Citizens keduanya sama tertinggal lebih dahulu saat sebelum pada akhirnya menang dengan angka sama, 2-1, atas beberapa lawannya itu. Bahkan juga City baru dapat mencapai tiga poin karena penalti Sergio Aguero di menit ke-90!

Dengan kemenangan MU serta City kesempatan ini, wakil-wakil Premier League Inggris sekurang-kurangnya mencapai hasil tambah baik dari pada matchday Liga Champions pada awal mulanya ; waktu itu hanya Chelsea yang dapat menang, sedang tiga tim Inggris lain keduanya sama menelan kekalahan. Baca juga : Pinalti Sergio Aguero Membawa City Pulang Dengan Angka Penuh  dan juga  Schweinsteiger Ditarik Antara Taktik Dan Faktor Kelelahan

Schweinsteiger Ditarik Antara Taktik Dan Faktor Kelelahan



Schweinsteiger Ditarik Antara Taktik Dan Faktor Kelelahan - Masalah kelelahan fisik jadi salah satu permasalahan Manchester United mendekati pertandingan melawan Arsenal. Ini dapat tampak dari digantinya jenderal lapangan tengah mereka, Bastian Schweinsteiger, saat sebelum pertandingan selesai.

Schweinsteiger memanglah tidak selamanya bermain penuh dalam 12 penampilannya dengan United di seluruh arena selama ini. Tetapi, berapakah menit juga ia bermain, ia senantiasa dapat memberi efek positif.

Gelandang asal Jerman itu bukan sekedar jadi dinamo serta memberi tenaga untuk lini tengah United, namun juga sering menuntun rekan-rekannya dengan instruksi-instruksi yang ia teriakkan. Tidak tidak sering juga ia jadi pengalir bola serta membuat ruangan di lini tengah agar rekannya dapat mengoper bola atau lakukan dribel ke arah ruangan yang telah diciptakannya.

Tetapi, pada pertandingan melawan VfL Wolfsburg, Kamis (1/10) dinihari WIB, Schweinsteiger dinilai oleh manajer United, Louis van Gaal, bermain tidak terlampau apik. Van Gaal memberi penilaian, Schweinsteiger kelelahan.

Manajer asal Belanda itu lihat, Schweinsteiger mulai kerap kehilangan bola di babak masing-masing hingga ia juga digantikan oleh Phil Jones. Van Gaal tidak ingin ambillah resiko mengingat ia telah kehilangan gelandang tengah yang lain, Michael Carrick, disebabkan cedera.

Atas argumen kelelahan serta taktikal tersebut Van Gaal mengambil keputusan untuk menarik Schweinsteiger --serta dua pemain United yang lain, Memphis Depay serta Antonio Valencia-- ke bangku cadangan.

 " Itu hanya masalah taktik. Saya mau hentikan umpan-umpan silang mereka (Wolfsburg) dari segi itu, serta Antonio membiarkan mereka melepas umpan silang. Saya juga lihat, mereka lebih efisien bermain dari segi itu. Sedangkan, Schweinsteiger kelelahan. Ia mulai kerap kehilangan bola, walau sebenarnya umumnya dia sangat bagus dalam melindungi possession. Untuk tersebut saya menggantinya. Demikian dengan juga Memphis, " kata Van Gaal pada MUTV.

Van Gaal juga menyebutkan, saat ini timnya konsentrasi untuk memulihkan tenaga saat sebelum pertandingan melawan Arsenal di Emirates, Minggu (4/10) yang akan datang. Baca juga : DataDan Fakta Liverpool Yang Akan Menjamu Everton  dan juga  Jose Mourinho Mulai Mencemaskan PerformaChelsea Sejauh Ini